Tragis, Dua Pria Ini Tewas Mengenaskan di Kebun Sawit

230

Sumut – Polres Labuhan Batu masih melakukan penyelidikan intensif atas kematian misterius dua Laki – laki bersimbah darah di PT Sei Ali Berombang (SAB) KSU Amelia, Rabu (30/10/2019).

Saat ini kepolisian masih penyelidikan Mas. (Tim) masih di lapangan, (pelaku) belum tertangkap,” singkat Kapolres Labuhan Batu, Akp. Agus Darojat, Jum’at (1/11/2019).

Kapolsek Panai Hilir, Akp. Budiarto mengatakan, personel Polsek Panai Hilir berhasil menemukan jenazah Maraden Sianipar (berusia 55 tahun) dan ditemukan sekitar 200 meter dari tempat kejadian perkara (TKP) jenazah Maratua P Siregar alias Pak Sanjai (berusia 39 tahun) warga Sei Berombang, turur Kapolsek Panai Hilir.

Sementara itu, menurut keterangan sahabat korban, Budi Saragih mengatakan, peristiwa ini diduga berawal dari dimenangkannya dinas kehutanan atas lokasi PT SAB/KSU Amelia Dusun VI, Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir.

“Saat itu pula banyak berdatangan kelompok yang ingin mendodos sawit di lahan perkebunan kelapa sawit PT SAB, termasuk kelompok Maraden dkk. Begitupun, pihak perusahaan masih mengajukan banding ke pengadilan, karena diduga lahan yang dikuasai PT SAB adalah hutan lindung,” bebernya, Minggu (2/11/2019).

Meskipun banding, lanjut dia, namun kelompok Maraden dkk masuk lagi ke lahan PT SAB hingga akhirnya terjadilah pertengkaran dengan pihak perusahaan termasuk kelompok Maraden dkk.

Setelah berlanjut, tidak dikasih buah sawit keluar dari kebun dan selanjutnya akses masuk dipalang oleh pihak perusahaan agar tidak ada yang bisa masuk atau keluar dari kebun, jelasnya.

Selanjutnya, centeng kebun membawa parang dan menjaga palang agar buah tidak keluar. Kemudian Maraden datang ke Berombang, lalu sempat dinasehati oleh temannya yang lain bernama Bintang, Selasa (29/10/2019).

Jangan lain masuk, orang itu bawa parang. Namun, korban tetap bersikeras untuk masuk ke lahan kebun sembari menjawab biar dia dan Pak Sanjai yang masuk, bebernya.

BACA JUGA:  Kondisi Lalu Lintas dan Arus Balik Terkini Ciamis

Jam.15.00 Wib, Burhan dan Maraden sempat kontak. Dalam pembicaraannya Maraden meminta agar Bintang pergi ke timbangan dan mengambil uang, sebab buah sawit berhasil dikeluarkannya dari dalam kebun.

Siap kata si Bintang, terus diambilnya uang itu ke timbangan, gak jauh memang dari tempat orang itu ngopi dengan Pak Burhan, jelasnya.

Namun, sekira pukul 15.30 Wib, Bintang menelpon Maraden sembari ingin mengabarkan bahwa uangnya sudah dia pegang.

“Setengah empat ditelpon, aktif tapi gak diangkat sampai dengan malamnya. Besok paginya, karena mereka duga sudah lain, maka mereka melapor ke Polsek, karena kereta yang dipakai Maraden kan keretanya Pak Burhan, jam.15.00 Wib, terus jam.17.00 Wib ditemukanlah jenazah Maraden di dalam parit di belakang mess perkebunan itu,” jelasnya.

Malam itu juga, sambung dia, mereka juga berkeinginan mencari Pak Sanjai, tapi karena sudah gelap, akhirnya diurungkan untuk melakukan pencarian. Hari ini dicari lagi, akhirnya ditemukan mayat Sanjai ini, Kira – kira sejam yang lalu, tukasnya.

loading...
loading...