Polri: Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan Menyamar Sebagai Ojol

38

Jakarta – RMN (berusia 24 tahun), pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan mengenakan jaket driver ojek online (Ojol) saat beraksi.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M menyampaikan, bahwa pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan adalah mahasiswa 24 tahun berinisial RMN. Pelaku disebut mengenakan jaket driver ojek online (Ojol) agar tidak menarik perhatian.

Yang bersangkutan selain diidentifikasi identitasnya masih akan dikembangkan oleh aparat Densus 88. Pengembangan penyelidikan masih dilakukan, namun “dugaan sementara bahwa pelaku melakukan aksi terorisme adalah (sebagai) lone wolf, ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri.

Selain itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri menjelaskan, terkait jenis bom yang digunakan pelaku, Tim Labfor dari Densus 88 masih mendalami beberapa barang yang diamankan dari rumah terduga pelaku. Di antaranya, baterai 9 volt, plat besi metal, paku dalam jumlah banyak dan berbagai ukuran, irisan dan potongan kabel besar dan tombol switch on-off.

Sementara potongan tubuh yang dikumpulkan di lokasi kejadian. Menurut Karo Penmas Divisi Humas Polri kita akan digunakan untuk memperkuat identifikasi terhadap pelaku.

“Nanti akan dicek DNA-nya. Sementara tadi pengungkapan dari hasil sidik jari nanti dikuatkan lagi dari tes DNA yang ditemukan di tubuh pelaku nanti akan disandingkan dengan kedua orang tua pelaku,” jelas Karo Penmas Divisi Humas Polri.

Jaket ojol sebagai penyamaran

Karo Penmas Divisi Humas Polri menjelaskan, bahwa kepolisian masih melakukan pendalaman rekaman video CCTV dari Polrestabes Medan pada saat ledakan terjadi. Selain itu, identifikasi beberapa kendaraan roda dua yang masih dicurigai juga terus dilakukan pendalaman.

Bahwa jaket ojek online (Ojol) yang digunakan pelaku ketika masuk ke halaman Polrestabes Medan digunakan sebagai bentuk penyamaran.

“Itu penyamaran, tadi saya sudah sampaikan status yang bersangkutan adalah mahasiswa atau pelajar,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri.

Bom bunuh diri itu terjadi sekitar pukul 08.45 WIB. Pelaku yang menggunakan jaket driver ojek online (Ojol) itu meledakkan diri dengan memanfaatkan situasi masyarakat yang tengah mengurus SKCK. 6 orang mengalami luka dan 4 kendaraan rusak akibat bom tersebut.

Loading...
loading...
loading...