Polres Taput Ungkap Pelaku Pembunuhan Wanita di Perladangan Sitolu Tolu

761

Tapanuli Utara – Kapolres Tapanuli Utara Akbp. Pol. Horas Marasi Silaen, M.Psi laksanaan press release hasil laboratorium forensik cabang Medan terkait dengan pengungkapan kasus pembunuhan siswa SMK Karya Tarutung, Kristina Lasmatiar boru Gultom (usia 20 tahun) Perladangan Sitolu Tolu, Dusun Pangguan, Desa Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara.

Tersangka Rinto Hutapea (usia 36 tahun), warga Dusun Barbaran Huta Pangguan, Desa Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Taput yang merupakan tetangga korban ini ditangkap personel Satreskrim Polres Tapanuli Utara  sehari setelah peristiwa pembunuhan tersebut.

Info

Kapolres Tapanuli Utara Akbp. Pol. Horas Marasi Silaen, M.Psi didampingi Kasat Reskrim Polres Tapanuli Utara Akp. Pol. Zulkarnaen, SH, MH press release penangkapan terhadap pembunuh sadis siswa SMK Karya Tarutung, Jum’at, (09/08/2019).

Benar, pelaku ditangkap pada hari Selasa 6 Agustus 2019, tepatnya sehari setelah peritiwa pembunuhan yang terjadi di perladangan Sitolu-tolu Dusun Pangguan, Desa Hutapea Banuarea, Tarutung, Tapanuli Utara. Dari keterangan tersangka, dirinya nekat menghabisi korban karena sakit hati dimaki dan diludahi oleh korban.

Jadi awalnya korban berjalan kaki di perladangan Sitolu-Tolu menuju desa Hutapea Banuarea. Di situ, tersangka melintas mengendarai Suzuki Smash menawarkan jasa untuk membonceng korban, jelas Kapolres Tapanuli Utara.

Namun, Sialaen mengungkapkan, korban langsung memaki dan meludahi, sehinga tersangka yang  merasa diremehkan langsung menghentikan laju kendaraannya. Tersangka langsung mengejar Kristina lalu menangkapnya dan mendorong korban hingga terjatuh di areal perladangan. Di situ, korban sempat meludahi tersangka. Tersangka yang tersulut emosi langsung  meninju wajah korban beberapa kali,” ungkapnya.

Merasa keselamatannya terancam, sebut Tapanuli Utara, korban semapat menjerit minta pertolongan. Diduga panik, tersangka kembali meninju wajah dan mencekik korban hingga tewas di lokasi kejadian, sebutnya.

BACA JUGA:  Harap Pilkada Berjalan Aman dan Damai, Kapolres Maluku Barat Daya Ajak Timses Bapaslon Taati Protokol Kesehatan

Mengetahui Kristina Lasmatir Br. Gultom sudah tidak bernyawa, papar Silaen, tersangka lalu menyeretnya sejauh 50 meter dan melucuti pakaian lalu menutup jasad tersebut dengan baju korban di bawah rumpun bambu.

Saat sudah tidak bernyawa, pelaku menonaktifkan HP (Handphone) korban lalu membuangnya ke areal perladangan. Sementara uang Rp.5.000,- (Lima ribu rupiah) yang berada di saku korban diambilnya lalu pergi meninggalkan lokasi,” paparnya.

Kapolres Tapanuli Utara menegaskan, untuk mengetahui apakah korban ada disetubuhi pelaku atau tidak, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan DNA ke Pusdokkes Mabes Polri. Usai diamankan tanpa perlawanan tak jauh dari kediamannya, kata Silaen, tersangka berikut barang bukti berupa baju, tangtop, BH, sepatu dan celana dalam langsung digelandang ke Mapolres Taput untuk diproses.

 

“Imbas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 338 tentang pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara dan juga Pasal 365 KUHPidana tentang pencurian kekerasan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” tegasnya Kapolres Tapanuli Utara.

Informasi sebelumnya, jasad Kristina Lasmatir Br. Gultom ditemukan dalam posisi telungkup tanpa busana di areal perladangan warga di Dusun Pangguan Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara.

Mayat korban pertama kali ditemukan oleh ayahnya, Sardi Gultom dan beberapa warga yang melakukan pencarian karena korban tidak pulang ke rumah.

Kendati demikian, berkat kerja keras Satreskrim Polres Tapanuli Utara di bawah pimpinan Akp. Pol. Zulkarnaen kasus pembunuhan tersebut berhasil diungkap dalam tempo relatif singkat.

loading...