Polda Kepri Kembali Gagalkan Sindikat Penyalur TKI Ilegal di Batam

175

Kepri – Konferensi Pers Kabid Humas Polda Kepri Kombes. Pol. Drs. S. Erlangga tentang dugaan tindak pidana penempatan pekerja migran Indonesia secara illegal. Bertempat di Pendopo Polda Kepri, Senin (17/06/2019).

Kabid Humas Polda Kepri Kombes. Pol. Drs. S. Erlangga menjelaskan, kronologi kejadian pada hari sabtu tanggal 15 juni 2019 sekira pukul 21.00 wib anggota subdit 4 Ditreskrimum Polda Kepri melakukan penyelidikan setelah mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa diduga adanya calon PMI Ilegal yang telah datang dari NTT (Nusa Tenggara Timur) dan tiba di Batam melalui jalur laut dengan memanfaatkan arus balik lebaran untuk tujuan dapat menjadi PMI Ilegal di negara Malaysia.

Diketahui bahwa setelah calon PMI Ilegal tiba di Kota Batam, selanjutnya ditampung dirumah saudara MS yang berperan sebagai pengurus/penampung PMI Ilegal yang berlokasi di Batubesar, Nongsa, Kota Batam, ujarnya Kabid Humas Polda Kepri.

Selain itu, Kabid Humas Polda Kepri juga mengatakan, pekerja migran Indonesia tersebut tidak memiliki dokumen yang lengkap untuk pesyaratan sebagai PMI yang resmi. Selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap 1 (satu) orang yang diduga sebagai pelaku yang mengurus atau menampung 21 (dua puluh satu) orang PMI Ilegal tersebut, dan selanjutnya dibawa ke kantor Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri guna proses penyidikan lebih lanjut.

Polda Kepri Kembali Gagalkan Sindikat Penyalur TKI Ilegal di Batam 1 TKI Ilegal
Berhasil diamankan 1 (satu) orang tersangka inisial MS, laki-laki, pekerjaan Wiraswasta, Alamat Kampung Lembang Jaya Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam dan saksi atau Korban asal Nusa Tenggara Timur sebanyak 21 orang yang terdiri dari 15 (lima belas) orang Laki-laki dan 6 (enam) orang perempuan.

Serta barang bukti yang diamankan oleh Polda Kepri: 1 (satu) unit Mobil Inova warna Silver, 1 (satu) Unit Handphone Merk Strawberry Warna merah dan 1 (satu) Unit Handphone merk vivo warna merah kombinasi biru.

Pasal yang dilanggar adalah Pasal 80, Pasal 81 dan Pasal 83 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Ancaman Hukuman Paling Lama 10 (Sepuluh) Tahun Penjara, pangkas Kabid Humas Polda Kepri.

BACA JUGA:  Polrestabes Medan Musnahkan Daun Ganja Kering

Polda Kepri dihadiri oleh: Kabid Humas Polda Kepi Kombes Pol. Drs. S. Erlangga dan Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri Akbp Dhani Catra Nugraha, SH, SIK, MH.

Baca juga:

Polda Papua Gelar Lat Pra Ops Bina Kusuma Matoa 2019

Modal Inovasi, Disiplin dan Jiwa Sosial, Sandi Praja Kembali Raih Prestasi Ditingkat Polda Jabar

Pria Tewas Ditembak Tetangga Pakai Senapan Angin, Berikut Kronologinya

Polsek Medan Baru Berkomitmen Gempur Habis Kampung Narkoba

Polres Tapteng Sudah Kantongi Identitas Pembunuh Karyawan Bank Syariah Mandiri

loading...
loading...