Polda Kalbar Bongkar Jual Beli Senjata Api Ilegal di Pontianak

835

Pontianak – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menangkap seorang warga SMS (berusia 49 tahun) alias Yusuf, atas dugaan kepemilikan sejumlah senjata api pabrikan dan senjata api rakitan ilegal, lengkap dengan amunisinya, tutur Direktur Reskrimum Kalimatan Barat.

Direktur Reskrimum Kalimatan Barat Kombes. Pol. Veris Septiansyah, SH, SIK, M. Si mengatakan, dalam pengungkapan ini kami berhasil menyita berbagai pucuk senjata api pabrikan dan rakitan baik laras pendek maupun panjang serta berbagai jenis peluru senjata api tersebut.

Info

Dalam pengungkapan ini, diamankan beberapa senjata api pabrikan dan rakitan. Di antaranya tiga pucuk senjata api laras pendek jenis revolver kaliber 38 dan kaliber 22 serta kaliber 9 mm. Kemudian satu pucuk senjata laras panjang yang diduga rakitan buatan tersangka sendiri, dua pucuk senapan angin laras panjang, dan satu pucuk Air Gun (replika walther).

Lanjut, Direktur Reskrimum Kalimatan Barat juga mengatakan, dua magazin senjata api jenis pistol kaliber 9 mm, dua bilah senjata tajam, empat buah ketapel, 10 buah peluru kaliber 38 spesial, 60 butir peluru kaliber 22, 31 butir peluru kaliber 9 mm, empat buah gas CO2 untuk Air Gun, 609 butir gotri, 170 butir kelereng, 79 butir batu kerikil, dua buah HT (handy talk); satu buah body armor dan lain-lain.

“Terungkap kasus kepemilikan senpi pabrikan dan rakitan ini, berkat adanya informasi akan ada jual beli senpi, sehingga langsung kami lakukan penelusuran selama dua hari, dan terungkap, pada hari Sabtu (19/10/2019) di kediaman tersangka di Jalan Perdana, Kecamatan Pontianak Tenggara.

Polda Kalimatan Barat menangkap seorang warga berinial SMS alias Yusuf atas kepemilikan berbagai jenis senjata api pabrikan dan senpi rakitan ilegal, ungkapnya di Pontianak Direktur Reskrimum Kalimatan Barat, Senin (21/10/2019).

BACA JUGA:  Apresiasi Polda Maluku, Irwasum Mabes Polri Pesan Soal Pilkada 2020

Tersangka diancam pasal 1 ayat (1) dan pasal 2 ayat (1) UU Darurat RI No. 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau minimal 20 tahun.

Dalam kesempatan itu, Direskrimum Polda Kalimatan Barat menambahkan, bahwa tersangka tahun 2011 lalu, juga pernah terlibat dalam kasus kepemilikan senjata api.

Sementara itu, tersangka SMS alis Yusuf menyatakan, senjata api itu dibelinya tahun 2002, tiga unit, Rp.2.000.000,- (dua juta rupaih) per unitnya dan juga ada beli secara online.

Senjata api ini saya beli hanya untuk jaga rumah kalau terjadi Hal – hal yang tidak diinginkan. Senpi ini saya beli beserta amunisi atau pelurunya, pangkas Direskrimum Polda Kalimatan Barat.

loading...