Mengaku Dekat dengan KPK dan Mabes Polri, AR Peras Mantan Kepala Dinas

75
AR yang selama ini dikenal di Kota Solok sebagai aktifis, jurnalis, politisi, dan seorang bergelar datuk ini diduga telah melakukan serangkaian penipuan dengan modus mengaku dekat dan memiliki koneksi dengan sejumlah penegak hukum di KPK serta Mabes Polri.

AR, warga Kelurahan Sinapa Piliang Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok ini akhirnya ditangkap dan ditahan oleh Polres Solok Kota, dikutip dari Polressolokkota.org, Selasa (2/7/2019), karena diduga telah melakukan penipuan terhadap korbannya mantan kadis Perkim dan Kadis PU Kota Solok, Jaralis, ST.

Korban merupakan warga Kelurahan Simpang Rumbio Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok itu selama ini diduga telah menjadi sapi perahan tersangka. Korban Jarilis pun telah melaporkan perbuatan tersangka sejak bulan Mei 2018 hingga Januari 2019 ke Polres Solok Kota.

Mengaku Dekat dengan KPK dan Mabes Polri, AR Peras Mantan Kepala Dinas 1
Tersangka AR dengan modal foto-foto di Gedung KPK untuk melakukan penipuan

”Begitu menerima laporan, kita melakukan.penyelidikan dengan mengumpulkan barang bukti,  sampai akhirnya menangkap dan menahan tersangka pada Selasa, tanggal 2 Juli 2019,”ungkap Kapolres Solok Kota AKBP Donny Setiawan melalui Kasat Reskrim Iptu Defrianto, S.H.

Defrianto menjelaskan, penipuan yang dilakukan tersangka dengan modus mengirim surat aduan ke KPK. Tersangka pun sudah mengajukan surat aduan sebanyak dua kali yaitu pada Agustus 2018 dan Januari 2019, terkait dugaan kasus korupsi pembangunan Lapangan Merdeka Kota Solok.

Berbekal resi pengaduan itu, tersangka menjalankan aksinya dengan memeras dan melakukan penipuan terhadap korban. Tersangka memberi iming-iming dengan menjanjikan dapat membantu mengurus agar penyidikan perkara tersebut dapat dihentikan.

”Kepada korban, tersangka mengaku banyak kenalan di Mabes Polri dan KPK yang akan menolong menghentikan kasus. Tersangka meyakinkan korban sambil menunjukkan foto-fotonya bersama orang yang disebut-sebutnya sebagai penyidik KPK,” kata Defrianto.

Kemudian Defrianto mengatakan, tersangka meminta uang kepada korban sebanyak 13 kali secara bertahap, baik uang tunai ataupun melalui transfer, dengan total sebanyak Rp.71.300.000. Uang hasil perahan tersebut dikatakan akan diberikan kepada penyidik KPK dan Mabes Polri, agar penyelidikan atau penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan Lapangan Merdeka Kota Solok dapat dihentikan.

Pada saat menjalankan aksinya tersangka memberi bocoran kepada korban seolah penyidik KPK akan turun ke lapangan, penyidiknya sudah berganti orang dan harus dikasih uang juga atau uang tambahan untuk mengurus perkara di KPK dan Mabes Polri.

Kasat Reskrim Polres Kota Solok memaparkan proses penyerahan uang dari korban kepada tersangka, sebagai berikut

  1. Mei 2018 sebesar Rp. 10.000.000,- diserahkan langsung oleh korban kepada tersangka.
  2. Juni 2018 sebesar Rp. 20.000.000,- diserahkan oleh teman korban kepada tersangka.
  3. September 2018 sebesar Rp. 30.000,000,- korban menyerahkan langsung kepada tersangka.
  4. Oktober 2018, sebesar Rp. 1.400.000,- korban mentransfer ke rekening BRI an. tersangka.
  5. Oktober 2018, sebesar Rp. 300.000,- korban mentransfer ke rekening BRI an. tersangka.
  6. November 2018 sebesar Rp. 5.500.000,- korban mentransfer ke rekening BRI an. tersangka.
  7. Januari 2019 sebesar Rp.600.000,- korban mentransfer ke rekening BRI an. tersangka.
  8. Januari 2019 sebesar Rp.350.000,- korban mentransfer ke rekening BRI an. tersangka.
  9. Januari 2019 sebesar Rp.850.000,- korban mentransfer ke rekening BRI an. tersangka.
  10. Januari 2019 sebesar Rp.500.000,- korban mentransfer ke rekening BRI an. tersangka.
  11. Januari 2019 sebesar Rp.600.000,- korban mentransfer ke rekening BRI an. tersangka.
  12. Januari 2019 sebesar Rp.200.000,- korban mentransfer ke rekening BRI an. tersangka.
  13. Januari 2019 sebesar Rp.1.000.000, korban mentransfer ke rekening BRI atas nama tersangka.

”Korban baru menyadari dan merasa ditipu sejak bulan Februari 2019, saat korban menerima panggilan saksi dari penyidik Polda Sumbar terkait penanganan dugaan korupsi pembangunan Lapangan Merdeka Kota Solok,” ujar Kasat Reskrim.

Terkait kasus ini penyidik mengamankan barang bukti berupa buku rekening dan ATM serta 2 unit HP, serta tanda bukti surat pengaduan ke KPK dengan tanda tangan tersangka sebagai pelapor.

Sementara, Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, S.Ik.M.H menyampaikan, ditemukan indikasi ada beberapa orang lagi yang menjadi korban perbuatan tersangka.“Tidak perlu takut melapor, silahkan melapor ke Polres Solok Kota, kami tunggu” ujar Kapolres.

Loading...
loading...
loading...