Berkat Mediasi Kapolres Malteng, Kasus Sengketa Tanah di Negeri Sepa Amahai Berakhir Damai

109
Berkat Mediasi Kapolres Malteng, Kasus Sengketa Tanah di Negeri Sepa Amahai Berakhir Damai
MASOHI — Berkat jalan mediasi yang ditempu Kapolres Maluku Tengah, Polda Maluku AKBP Hendrik Purwono kasus sengketa lahan yang melibatkan Andre Intan yang juga ketua Pengurus Dewan Agama Katolik kabupaten di Masohi selaku pemilik lahan tempat dimana Ponpes Qurota Ayyun berdiri, berakhir dengan mediasi damai, Jumat 17 Juli 2020.

AKBP Hendrik Purwono, menjelaskan, kasus sengketa tanah yang berada di KM 10, tepatnya di Dusun Huameteno Negeri Sepa, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku telah dilaksanakan Giat pengukuran tanah sengketa antara si pemilik lahan Andre Intan dengan pondok pesantren Qurota Ayyun.

“Proses pengukuran ini dilakukan berjat hasil proses mediasi atas pengaduan dari Andre Intan selaku pemilik lahan bersertifikat didaerah km 10, negeri sepa kecamatan amahai dengan pondok pesantren Qurota Ayyun,”Kata Kapolres.

Berkat Mediasi Kapolres Malteng, Kasus Sengketa Tanah di Negeri Sepa Amahai Berakhir Damai 1 sengketa

Lanjut kata, Kapolres, Dari hasil dari giat pengukuran sebagai giat lanjutan dari pengaduan sodara Andre lntan, akhinrya pemilik lahan sepakat memberikan sebagian tanahnya untuk ponpes dan bahkan luasnya sesuai permintaan ustadz Zakaria selaku pengasuh ponpes. dan langsung tercatat di BPN sebagai perubahan batas

“Dari hasil mediasi tersebut bahkan Andre Intan yang juga ketua Pengurus Dewan Agama Katolik mengiklaskan pembangunan pondok pesantren dilahan miliknya dan menambah tanahnya 2,5 m untuk jalan menuju ponpes tersebut,” Kata Kapolres.

Dalam kegiatan ini juga dihadiri Kapolsek amahai beserta anggota reskrim, Kasat reskrim polres malteng beserta anggota, Kasat intelkam polres malteng beserta anggota, Kasat sabhara polres malteng, Petugas dari BPN ( unit pengukuran ) dan panitia A, Ketua saniri negeri beserta 5 org staf saniri negeri, Andre Intan selaku pemilik lahan beserta pengacara, Tokoh adat naulu dan masyarakat naulu dan Pengasuh Ponpes qurota ayyun.

BACA JUGA:  Polda Metro Jaya Musnahkan Sabu dan Tembakau Gorilla
loading...
loading...